Pengertian Apotema

pengertian apotema

Orang-orang lebih banyak mengenal pengertian apotema sebagai bagian dari unsur pada sebuah lingkaran. Saat ini memang banyak sekali penggunaan kata baru yang membuat kosakata semakin berkembang.

Perkembangan kosakata sendiri merupakan suatu kondisi dimana dalam suatu bahasa, susunan didalamnya mengalami pertambahan, pengurangan, hingga perubahan dalam bentuk serta makna pada kosakata yang dimiliki.

Hal tersebut juga banyak terjadi pada kosakata bahasa Indonesia. Berbagai istilah baru banyak digunakan untuk memberikan makna baru pada suatu hal. Lalu apa arti dari kata apotema dalam KBBI?

Pengertian Apotema

Dikutip dari kbbi pengertian apotema adalah ruas atau jarak tegak lurus dari pusat segi banyak beraturan ke sisinya. Selengkapnya, apotema merupakan garis terpendek penghubung antara tali busur dan pusat lingkaran.

Sebuah lingkaran memiliki unsur penyusun yang terdiri dari titik pusat, jari-jari, diameter, juring, tembereng, busur, tali busur dan apotema. Titik pusat menggambarkan titik atau pusat utama pada bagian tengah lingkaran.

Lingkaran merupakan bangun datar yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti roda, jam dinding, hingga cincin. Selengkapnya, bangun datar tersebut memiliki bagian atau unsur penyusun yang akan dijelaskan berikut ini.

Baca juga: Pengertian Legal dan Ilegal

Mengenal Bagian Lain di Dalam Lingkaran

Sesuai dengan informasi diatas, bangun datar melingkar tersebut memiliki unsur penyusun di dalamnya. Berikut ini adalah seluruh unsur dalam sebuah bangun datar berbentuk melingkar, dimana unsur-unsur tersebut membentuk bagian tersendiri.

1. Jari-jari

Jarak antara titik pusat dengan seluruh sisi berbentuk melingkar selalu sama. Jari-jari menjadi bagian yang menunjukkan jarak titik pusat dengan seluruh sisi bangun datar berbentuk bundar tersebut.

Arti Apotema hampir mirip dengan jari-jari, namun keduanya sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. Apotema bukan diukur dari titik sisi dari sebuah lingkaran, melainkan diukur dari titik tali busur berada.

2. Diameter

Unsur kedua merupakan diameter, dimana unsur ini menunjukkan jarak antara kedua sisi. Pengertian lain menyebutkan bahwa diameter menggambarkan panjang garis lurus yang menghubungkan dua titik pada luas keliling lingkaran.

3. Busur

Busur merupakan unsur penyusun ketiga yang menggambarkan garis luar dari titik tembereng. Bagian ini juga bisa diartikan sebagai garis lengkung untuk menghubungkan ujung dari setiap tali busur.

4. Tali Busur

Tali busur merupakan unsur yang menggambarkan garis lurus, dimana bagian ini menghubungkan dua titik pada bangun datar melingkar tersebut. Tali busur juga dapat diartikan sebagai batas tembereng dalam juring lingkaran.

5. Juring

Juring merupakan unsur yang menghubungkan dua jari-jari dan busur. Juring terdiri atas dua bagian yaitu juring besar dan juga juring kecil. Juring umumnya ditemukan dalam bentuk seperti potongan pizza.

6. Tembereng

Unsur selanjutnya merupakan tembereng yang menunjukkan luas daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh busur serta tali busur. Tembereng juga memiliki dua jenis yaitu tembereng besar dan tembereng kecil.

7. Apotema

Pengertian apotema telah disinggung sebelumnya, dimana bagian terakhir ini menggambarkan ruas garis lurus yang menghubungkan antara titik pusat lingkaran dengan unsur penyusun lainnya yaitu tali busur.

Memahami seluruh unsur di atas akan mempermudah pemecahan masalah berkaitan dengan penghitungan sebuah lingkaran. Apotema juga menjadi poin penting dalam pengukuran yang perlu dipahami dengan baik.

Bagikan:

Leave a Comment